Profil

Profil

Gamelan Naga Mas adalah sebuah komunitas yang berada di Glasgow, Skotlandia. Kami adalah penjaga ‘Semangat Harapan’, gamelan gaya Jawa. Kami aktif sejak tahun 1980, baik dalam menampilkan repertoar tradisional maupun karya baru dan orisinal yang kami ciptakan.

Pada tahun 2017, Gamelan Naga Mas turut memeriahkan Festival Gamelan dan Film di Royal Conservatoire of Scotland. Gamelan Naga Mas menyuguhkan karya gamelan orisinalnya dan juga video Sedna, the Woman Under the Sea (Sedna, wanita di bawah laut). Acara inti dalam festival ini adalah pertunjukan film Setan Jawa karya Garin Nugroho yang diiringi live-music hasil gubahan Rahayu Supanggah. Iringan musik tersebut menampilkan karya khas sinden Peni Candra Rini.

Bukan hanya seorang penyanyi virtuoso, Peni Candra Rini juga merupakan salah satu komposer terkemuka dan pegiat seni gamelan kontemporer di Indonesia. Gamelan Naga Mas tentunya merasa sangat beruntung dapat satu panggung bersama Peni dalam sebuah workshop. Sejak saat itulah, Gamelan Naga Mas berharap dapat bekerjasama kembali dengan Peni.

Pada Maret 2020, pandemi Covid-19 membuat musisi di seluruh dunia tidak bisa bermain bersama seperti dulu kala, termasuk Naga Mas. Tak gentar, kami pun mengeksplorasi cara-cara inovatif di mana kami dapat menggunakan internet untuk terus bermain bersama secara daring, termasuk melalui ‘livecoding’ kolaboratif (lihat di bawah).

Pada bulan Desember 2020, kami pun berhasil melakukan beberapa pertunjukan daring, dan kami pun menyadari bahwa teknik ini dapat digunakan untuk kolaborasi dengan seniman yang berada di Indonesia. Komposer dan seniman digital Rangga Purnama Aji di bidang livecoding juga berkarya menggunakan suara dan gerak tubuh dari musik gamelan tradisional. Oleh karena itu, kami pun menghubungi kedua seniman tersebut dan bekerjasama untuk menciptakan proyek Floating Gold.

Filosofi

Sinkronitas dan Improvisasi

Musik adalah bentuk seni yang berkembang pesat pada saat pertunjukan langsung yang sinkron. Meskipun musik dapat ditulis dan/atau direkam, namun kami meyakini bahwa sejatinya musik adalah sesuatu yang muncul ketika para musisi bermain bersama, saat di mana musik berkembang secara spontan dan kreatif. Hal ini terlihat pada saat pertunjukan langsung atau improvisasi bebas.

Pandemi Covid-19 memunculkan kendala besar terhadap live-musik di mana-mana. Meskipun banyak sekali pertunjukan video luar biasa dan kreatif yang bertebaran secara daring selama pandemi ini, namun kami menyadari bahwa kebanyakan video tersebut adalah hasil editing dari berbagai pertunjukan individu. Bagi kami para musisi, ‘pertunjukan’ asinkron ini belum benar-benar mewakili kegembiraan ketika bermain bersama secara langsung.

Tur

Pilihan untuk tur perlu kami pertimbangkan kembali karena dua alasan mendasar. Alasan pertama adalah pandemi, sehingga kami tidak yakin dapat berkunjung ke Indonesia dalam masa pandemi ini.

Kedua karena perubahan iklim. Perjalanan pulang-pergi dari Skotlandia ke Indonesia akan mengeluarkan 2370 kg Co2, sama dengan jumlah yang dikeluarkan orang-orang dalam satu tahun. Mungkin saja ini masih bisa dianggap tidak menjadi masalah besar dan masih bisa diatasi dengan beberapa cara lain. Meskipun begitu, kami merasa bertanggung jawab terhadap iklim dunia, sehingga kami perlu untuk mencari cara baru untuk dapat berkolaborasi secara internasional.

Streaming and livecoding

Saat ini, kami sedang menjajaki dua cara untuk dapat melakukan pertunjukan online secara sinkronous antara Indonesia dan Skotlandia. Penggunaan Zoom Meeting Room sangat memungkinkan untuk menghasilkan kualitas suara yang bagus. Namun, semua peserta harus mempunyai koneksi internet yang bagus, dan performa komputer yang cepat. Selain itu, untuk mendapatkan hasil terbaik, peralatan audio profesional pun harus disiapkan.

Selain itu, masalah besar lain yang muncul dalam pertunjukan musik ini adalah latensi: penundaan suara antara pembicara dan juga pendengar. Bahkan dalam skenarioi terbaik, penundaaan ini dapat muncul setidaknya seperempat detik dan tidak dapat dihindari dikarenakan batasan kecepatan internet dan kecepatan cahaya. Meskipun beberapa jenis pertunjukan musik tertentu masih dapat dilakukan, namun tidak dapat dipungkiri jika ini sangat sulit bagi musisi untuk benar-benar bermain dalam waktu yang bersamaan dalam keadaan seperti ini.

Cara yang kedua adalah dengan kolaborasi livecoding menggunakan Estuary platform. Singkatnya, kami menciptakan musik dengan mengedit kode komputer dalam sebuah laman. Laman ini digunakan untuk menciptakan musik dan bermain secara bersamaan di manapun kita berada. Sejauh yang kami tahu, saat ini kami lah satu-satunya seniman yang menggunakan teknik ini dalam menciptakan musik gamelan.

Tim

Peni and Rangga Peni Candrarini adalah salah satu komponis terkemuka dan pelaku kreatif musik gamelan kontemporer yang berkarya di Indonesia. Peni memiliki banyak rekam jejak, yang antara lain sebagai penyanyi, komposer, penulis lagu, penyair, dan pendidik. Dia juga Direktur Yayasan Seni Jagad Sentana.

Rangga Purnama Aji adalah seorang komposer, musisi elektronik, penulis lagu, live coder, seniman video dan digital, serta penggagas dari Paguyuban Algorave Indonesia.

Gamelan Naga Mas, Grup Gamelan Glasgow, adalah kelompok komunitas nirlaba yang menjadi penjaga gamelan bernama ‘Spirit of Hope’. Selain mempelajari dan menampilkan musik tradisional, mereka juga aktif menciptakan musik gamelan kontemporer. Tim kreatif Naga Mas untuk proyek Floating Gold ini terdiri atas J Simon van der Walt (komposer), Katherine Waumsley (musisi komunitas), Heather Strohschein (ahli etnomusikologi), Sen Sewell (musisi), dan Bill Whitmer (ilmuwan dan musisi). Team meeting on zoom

Tujuan

  • Untuk menciptakan karya seni orisinal melalui media musik, film, pertunjukan, dan teks;
  • Untuk memperkuat pemahaman internasional melalui seni dan budaya, khususnya Indonesia dan Skotlandia;
  • Untuk menciptakan pendekatan baru melalui kolaborasi musik di saat tur masih sulit dilakukan, dan juga penggunaan teknologi terbaru.