Inspirasi
Ikan-ikanlah yang menangkapku.

Pada zaman dahulu kala, diceritakanlah bahwa St. Thenue tidak menikah, tetapi dikandungnya seorang bayi. Dan tubuhnya pun disiksa. Dilemparlah diaoleh Sang ayah raja, dan jatuhlah dia di atas batu di Fife. Kemudian,terlemparlah dia ke laut. Ah bagaimana caranya mengakhiri kekejaman ini.
Namun, ajaibnya, ikan-ikan menemani dan menuntunnya. Tibalah dia di Glasgow. Hingga terbentuklah komunitas baru; seorang ibu dan bayi.
Begitulah alam memberkahi dan menciptakan generasi baru, ibu dan anak.
St Thenue di dalam air
Oleh Katherine Waumsley
Gamelan Glasgow tiba melalui laut. Itulah hadiah dalam bentuk logam yang terapung di lautan lepas. Itulah yang kami sebut ‘Semangat harapan’.
Kami takjub dengan laut. Kami pun juga semakin menyadari adanya pencairan es dan naiknya air laut. Nada-nada itulah yang terus bergema di balik semua kehidupan manusia saat ini. Saat kami berkutat mendestruksi masa lalu dan juga kondisi saat ini, kami terbayang-bayang akan patung si budak Colson yang dilempar ke dermaga, sebuah kapal penuh anak-anak dan orang dewasa yang mencari suaka di Britania Raya terombang-ambing di lautan lepas. Dan juga kontainer-kontainer ikan yang membusuk di perbatasan karena bea cukai brexit. Entah kenapa, kami pun berpikir bahwa perbatasan itu lebih dari sekedar saling ketergantungan hidup.
Dan kesadaran yang menyakitkan ini juga mengingatkan pada risiko-risiko yang dialami tubuh wanita. Kekerasan.
Di tengah-tengah pandemi yang tidak memungkinkan untuk bermain bersama, kami melakukan sebuah percobaan. Kami mengubah instrumen menjadi kode. Awal mulanya kami mencoba lagu tradisional “Chuir ead Mise” dalam bahasa Gaelik yang dinyanyikan oleh Muirean dan kemudian disingkat dengan kode “Fada”. Jika diterjemahkan “Mereka mengirimku ke pulau sendirian, sebuah pulau di tengah-tengah laut yang jauh dari daratan”. Ini adalah sepenggal lirik dari proyek Gamelan Naga Mas sebelumnya yaitu Sedna, the Woman under the Sea (2015) dan Waves Livecode (2020). Kami mengolah kembali komposisi karya Margaret Smith ini ke dalam bentuk pertunjukan live coding.
Ada juga artikel yang bercerita tentang St Thenue – Ibu Glasgow. Seorang muralis bernama Mark Worst melukis St Thenue dan sekumpulan ikana dalam balutan penutup kepala. Mural yang berkaitan erat dengan wanita yang hilang dalam bencana Templeton Carpet Factory ini dapat ditemukan di sebuah perumahan di Glasgow.
Sebenarnya, kami tidak yakin seberapa penting ini untuk ditambahkan – namun dia terlihat sangat cantik di mural, dengan penutup kepala yang dipenuhi ikan.
Beberapa dari kami memanglah masih awam dengan kode, masih canggung bermain musik dengan cara baru ini. Meskipun begitu, kami ingin mengeksplorasi berbagai cara untuk dapat berkolaborasi ke belahan dunia lain, dengan suara, kode, gamelan.
Mungkin “Mother Glasgow”, sekumpulan ikan, dan juga saling ketergantungannya akan terngiang-ngiang terus dalam diri kami. Tentunya, regenerasi juga diperlukan untuk destruksi ini. Itulah semangat harapan kami.
